Articles

Mata Sebagai Akses Untuk Proses Healing

Mata merupakan salah satu indera yang seringkali dianggap sebagai indera terpenting yang dimiliki oleh manusia. Faktanya, 80% dari semua data sensorik yang diproses oleh manusia berasal dari penglihatan. Mata umumnya digunakan untuk melihat objek maupun kondisi di sekitar. Tidak hanya itu, mata memiliki peran dalam proses penyembuhan yang belum diketahui oleh banyak orang. Bagaimana mata membantu dalam proses penyembuhan?

Antara Mata dan “Healing”

Di samping fungsi mata sebagai sarana untuk melihat dunia luar, mata juga memainkan peran penting dalam dunia internal manusia. Penelitian menunjukkan bahwa apa yang dilihat atau diserap melalui indera penglihatan dapat berdampak signifikan pada kondisi emosional, mental, dan bahkan fisik. Penelitian telah menunjukkan bahwa paparan terhadap pemandangan alam, karya seni, atau bahkan gambar orang yang dicintai dapat membangkitkan emosi positif, mengurangi stres, dan memperbaiki suasana hati. Sebaliknya jika kita melihat objek yang tidak menyenangkan maka akan mengganggu suasana hati orang tersebut. Fenomena ini dikenal sebagai “biophilia”, menunjukkan bahwa hubungan kita dengan alam dan rangsangan yang menyenangkan secara visual memiliki efek penyembuhan yang mendalam pada pikiran dan tubuh kita.

Air Mata yang Membantu Melepas Emosi

Salah satu cara alami bagi tubuh manusia untuk melepaskan ketegangan emosional adalah dengan menangis. Air mata mengandung hormon stres sehingga mengeluarkannya dapat membantu meredakan stres emosional dan meningkatkan rasa tenang.

Mata Memiliki Akses ke Bawah Sadar

Mata manusia berkembang sejak dua bulan di awal kandungan. Di mana sebagian otak bertumbuh melalui tengkorak dan membentuk jaringan mata. Seperti kita ketahui ada beberapa istilah seperti “Mata Jendela Jiwa” dan “Mata Tidak Bisa Berbohong”. Artinya bahwa mata memiliki akses ke bawah sadar yang terkait dengan kondisi emosi seseorang
Oleh karena itu, ada berbagai teknik psikoterapi yang mengandalkan bidang penglihatan untuk memproses isu masalah yang ada di bawah sadar. Salah satu terapi yang memanfaatkan kekuatan mata adalah Brainspotting. Terapi ini mengandalkan bidang visual kita untuk meningkatkan penyembuhan dan pertumbuhan emosional. Melalui Brainspotting, klien dipandu untuk fokus ke titik bidang visual (brainspot) mereka sambil meminta mereka untuk merasakan sensasi tubuh dan pengalaman emosional yang mereka miliki. Dengan menemukan “brainspots”, terapis membantu klien dalam memproses trauma dan tekanan yang berada di bawah sadar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *